Beranda Umum Infromasi Ketahui Perbedaan Antara PSBB Dan PPKM Dalam Penerapan Masa Pandemi Covid-19

Ketahui Perbedaan Antara PSBB Dan PPKM Dalam Penerapan Masa Pandemi Covid-19

260
PPKM dan PSBB

Perbedaan PSBB dan PPKM, Detikpasti.com – Upaya penaggulangan resiko penyeberan Virus Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona masih berlangsung hingga saat ini di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu untuk mengurangi penyebarannya, kita wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah di tentukan.

Sehingga seperti kita ketahui bahwa slogan 3-M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan serta Menjaga jarak harus kita patuhi.

Serta pengurangan mobilitas penduduk dan upaya tidak menciptakan kerumanan atau pusat keramaian. Merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi wabah covid-19 ini.

Era PSBB menjadi PPKM Dalam Memutus Penyebaran Covid-19

Sama -sama kita lalui, semenjak awal maret tahun 2020 pemerintah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) sebagai ketentuan yang sah.

Namun sejak dalam masa New Normal (adaptasi baru ; read), siklus pandemi masih terus berlanjut. Sehingga situasi ini tentu akan mempersulitkan pergerakan roda ekonomi.

Kejadian pasca pergantaian tahun 2021 khusunya setelah momemt libur, hasil pantauan pemerintah menunjukan hasil yang meningkat dalam penyebarannya.

Sehingga status pembatasan sosial akhirnya di berlakukan kembali, namun tidak PSBB melainkan dirubah menjadi PPKM.

PPKM di mulai pada tannggal 11 Januari, selama 2 pekan hingga tanggal 24 Januari 2021. Namun sampai penerbitan artikel, terdapat informasi bahwa akan ada masa perpanjang hingga 2 pekan kendepan lagi sampai tanggal 7 Februari 2121.

Lalu apa perbedaan PSBB dan PPKM ?

Perbedaan PSBB dan PPKM

PPKM adalah singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Aturan mengenai PPKM ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021.

PPKM juga sebenarnya merupkan langkah yang sama seperti halnya PSBB. Yaitu sebuah upaya untuk menekan laju penularan virus covid-19.

Namun masih di perbolehkan nya beberapa aktivitas masyarakat dalam PPKM. Seperti jasa restoran dan tranasportasi, hanya saja kapasitas dan durasinya di batasi

Jadi perbedaan yang sangat jelas adalah pada saat PSBB semua tempat yang di gunakan sebagai kegiatan umum harus di tutup operasionalnya. Tapi di dalam PPKM masih bisa buka untuk tetap menggerakan roda perekonomian masyarakat.

Misalnya Rumah makan, cafe dan restoran masih bisa buka dengan kapsitas max 25% dan berlaku hingga jam 7 malam.

Sedangkan untuk perkantoran tetap 100% atau seperti biasa, tapi wajib memathui protokol kesehatan yang lebih ketat dan menjaga jarak

Penerapan PPKM di Indoensia Pada Masa Pandemi Covid-19

Penerapan PPKM ini efektif di berlakukan di Indonesaia per tanggal 11 hingga 24 Januari 2021. Adapun dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Walaupun dalam penerapannya PPKM hanya di berlakukan pada daerah yang memiliki tinggkat pneyebaran yang masih tinggi saja. Misalnya seperti di sebagian Pulau Jawa dan Prov. Bali.

Tapi bentuk penerapannya setiap daerah memiliki tingkat dan kebijkan yang berbeda-beda. Sebab menyesiuaikan dengan kepentingan peraturan Otonomi Daerah

Daerah Penerapan di Pulau Jawa dan Bali

  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat berprioritas pada wilayah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Bandung.
  • Provinsi Banten berprioritas pada wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
  • Jawa Tengah berprioritas pada wilayah Semarang Raya, Banyumas Raya, Kota Surakarta, dan beberapa wilayah di sekitarnya.
  • Jawa Timur berprioritas pada wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.
  • Bali dengan berprioritas pada wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.

Jadi antara PSBB dan PPKM memiliki tujuan yang sama yaitu mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Tapi dengan tetap mempertimbangkan sektor perekonomian.

Maka dengan kebijkan PPKM, semoga bangsa ini dapat kembali bisa memperbaiki kehidupan normal seperti dulu dan perekonomian kembali normal.

Aamiin….